Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Karena Hampir tak Selalu Menyakitkan

AH coba saja waktu itu responku berbeda Kalau saja senyumku lebih banyak saat pertemuan pertama kita di Gereja malam minggu pertama kita. Jujur, setelah jumpa kita malam itu, aku tak ingin lagi melanjutkan atau meresponmu Kayaknya kita gak cocok ya... pikirku Semakin hari ternyata perasaan yang hadir berbeda. Apalagi setelah kali kedua, obrolan ngalur ngidul dari sore-malam kita Jujur, aku terpesona. Untuk semua ucapan, laku dan pikirmu.. Walaupun lagi-lagi aku masih merasa kamu kaku. Hehe Itu dulu Kira-kira enam bulan lalu Sayangnya, kita hanya sebatas kata "hampir" HEHE Namun tak apa kok, menjadi hampir cukup untuk ku Aku cukup bahagia pernah duduk disampingmu, Aku cukup bahagia pernah kau tatap selekat itu Aku cukup bahagia pernah berjabatan tangan denganmu Aku cukup bahagia pernah kau tanyakan, tentang masa depan Menjadi HAMPIR untukmu tak semenyedihkan itu :)

Antara Pergi atau Tinggal

Malam minggu yang sunyi, anganku berkelana hingga sampai pada sosokmu Aku merindu, namun tak punya nyali lebih Mampuku hanya sekedar membuka chat dan melihat statusmu atau membaca berulang percakapan kita yang sudah lalu Sambil diiring senyum, kesal dan rasa yang aku tak bisa pahami Pernah di minggu lalu, aku begitu keras memikirkanmu sepertinya semesta kasihan padaku, begitu saja aku menerima pesanmu Aku seperti orang gila, menari-nari di depan temanku Saat hari begitu kosong, pikirku mencoba menebak kembali Bagaimana perasaanmu sebenarnya Apa kau benar menyukaiku Apa kau sungguh tak ada perasaan apa-apa Lagi-lagi aku meragu Tetap saja tak bisa kudapat kesimpulannya Barang sudah berjam-jam aku merenung "Sepertinya sih iya, tapi kayaknya enggak deh...." Haruskah aku pergi dan melupakanmu? Atau bolehkah aku berharap dan tetap tinggal? Dilema seorang wanita Tak elok jika bertanya lebih dulu, tentang perasaan.