AH coba saja waktu itu responku berbeda
Kalau saja senyumku lebih banyak saat pertemuan pertama kita di Gereja malam minggu pertama kita.
Jujur, setelah jumpa kita malam itu, aku tak ingin lagi melanjutkan atau meresponmu
Kayaknya kita gak cocok ya... pikirku
Semakin hari ternyata perasaan yang hadir berbeda.
Apalagi setelah kali kedua, obrolan ngalur ngidul dari sore-malam kita
Jujur, aku terpesona.
Untuk semua ucapan, laku dan pikirmu..
Walaupun lagi-lagi aku masih merasa kamu kaku.
Hehe
Itu dulu
Kira-kira enam bulan lalu
Sayangnya, kita hanya sebatas kata "hampir"
HEHE
Namun tak apa kok, menjadi hampir cukup untuk ku
Aku cukup bahagia pernah duduk disampingmu,
Aku cukup bahagia pernah kau tatap selekat itu
Aku cukup bahagia pernah berjabatan tangan denganmu
Aku cukup bahagia pernah kau tanyakan, tentang masa depan
Menjadi HAMPIR untukmu tak semenyedihkan itu :)
Kalau saja senyumku lebih banyak saat pertemuan pertama kita di Gereja malam minggu pertama kita.
Jujur, setelah jumpa kita malam itu, aku tak ingin lagi melanjutkan atau meresponmu
Kayaknya kita gak cocok ya... pikirku
Semakin hari ternyata perasaan yang hadir berbeda.
Apalagi setelah kali kedua, obrolan ngalur ngidul dari sore-malam kita
Jujur, aku terpesona.
Untuk semua ucapan, laku dan pikirmu..
Walaupun lagi-lagi aku masih merasa kamu kaku.
Hehe
Itu dulu
Kira-kira enam bulan lalu
Sayangnya, kita hanya sebatas kata "hampir"
HEHE
Namun tak apa kok, menjadi hampir cukup untuk ku
Aku cukup bahagia pernah duduk disampingmu,
Aku cukup bahagia pernah kau tatap selekat itu
Aku cukup bahagia pernah berjabatan tangan denganmu
Aku cukup bahagia pernah kau tanyakan, tentang masa depan
Menjadi HAMPIR untukmu tak semenyedihkan itu :)
Komentar
Posting Komentar